Banda Aceh-Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan Visiting Professor pada 11-15 Mei 2026 di Auditorium Gajah Sumatera, Kompleks Kampus Universitas Syiah Kuala.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Prof. Dr. Abdul Rahman Omar, pakar dari Fakulti Perubatan Veteriner Universiti Putra Malaysia yang memiliki rekam jejak publikasi pada berbagai jurnal internasional bereputasi. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) Tahun 2026 dalam mendukung pencapaian visi Universitas Syiah Kuala menuju World Class University (WCU). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional sekaligus memperkuat jejaring kerja sama riset internasional di lingkungan FKH USK.

Rangkaian kegiatan Visiting Professor diawali dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Rahman Omar mengenai perencanaan dan pelaksanaan riset di bidang veteriner. Pada sesi berikutnya, beliau memaparkan strategi publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks global, khususnya jurnal bereputasi Quartile 1(Q1). Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan workshop penulisan artikel ilmiah yang berlangsung hingga 15 Mei 2026. Chief Executive of USK EQUITY Program, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan peringkat global USK di masa mendatang. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dosen FKH USK mampu menghasilkan artikel ilmiah berkualitas yang dapat dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi tinggi.

Sementara itu, Dekan FKH USK, drh. Teuku Reza Ferasyi, menyatakan bahwa kehadiran narasumber dari FPV UPM semakin memperkuat hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara kedua institusi. Menurutnya, pelaksanaan Visiting Professor yang berfokus pada penguatan publikasi internasional bereputasi diharapkan mampu mendukung pencapaian visi FKH USK menuju pengakuan regional di tingkat ASEAN maupun pengakuan global pada masa yang akan datang.