Bireuen –
Tim  Universitas Syiah Kuala (USK)  menyerahkan alat Teknologi Tepat Guna pada program PKM mahasiswa berdampak pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatera Tahun 2026 di desa Teupin Raya Peusangan Siblah Krueng Bireuen.

Dr. drh. Masda Admi, M.Si sebagai ketua tim mengatakan bahwa desa Teupin Raya terletak di wilayah yang dilalui dan berbatasan langsung dengan Sungai Peusangan. Kondisi geografis ini menjadikan desa memiliki potensi sumber daya alam yang besar sekaligus tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir.

” Sebelum terjadinya bencana, mata pencaharian utama masyarakat Desa Teupin Raya adalah sebagai petani sawah, petani kebun yang tergabung dalam kelompok Petani Tangguh, serta peternak sapi, kambing, dan ternak ayam pekarangan tergabung dalam Kelompok Peternak Sejati.

Bencana banjir yang melanda Teupin Pante Raya memberikan dampak yang luas dan multidimensional terhadap kehidupan masyarakat termasuk dibidang pertanian dan peternakan” terang Masda, Jumat (13/2/2026).

Adapun tim Universitas Syiah Kuala (USK) yang juga terlibat yaitu Dr. Hendri Syah, S.Tp., M.Si , dan Ir. Said Mirza Pratama, S.Pt., M.Si., IPM, serta drh. Azhari, M.Si sebagai anggota.

Adapun masing-masing tim dosen ini memiliki kepakaran tentang Mikrobiologi, Teknologi Pertanian, Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak serta Kesehatan Masyarakat Veteriner.

Tim juga tediri dari Unit Kegiatan Mahasiswa Minat Profesi Hewan Kesayangan (UKM Miproheksa) yang diikuti oleh mahasiswa dalam tiga program studi di USK diantaranya program studi Pendidikan Dokter Hewan, program studi Peternakan dan Program Studi Teknik Komputer.

Tim melakukan rangkaian Program PKM Mahasiswa yang berlangsung dari tanggal 03 Februari sampai dengan tanggal 22 Februari 2026.

Masda menambahkan, beberapa pendampingan teknologi yang dilakukan dilokasi pengabdian untuk kelompok peternak sejati adalah Rehabilitasi lahan Hijauan Makanan Ternak (HMT) melalui penanaman rumput unggul dan leguminosa pakan yang adaptif terhadap kondisi pasca banjir dan Penerapan teknologi silase untuk menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun.

Kemudian kegiatan untuk kelompok Petani Tangguh dilakukan pembuatan Food Estate Mini yang merupakan penerapan demplot kebun tanaman pangan skala kelompok.

” Sedangkan sistem irigasi tetes dilakukan untuk meningkatkan efisiensi air dan produktivitas lahan pasca banjir, selain itu juga dilakukan Pembibitan Ayam Mandiri dengan Teknologi Mesin Tetas, Introduksi mesin tetas untuk mendukung kemandirian kelompok dalam penyediaan bibit ayam pasca banjir” tutup Masda.

Sumber: https://jeumpa.com/pulihkan-bencana-sumatera-tim-usk-serahkan-alat-inovasi-teknologi-ke-bireuen/